Denny D.Kustia: I’ll Stand by You, Moeldoko

Deny D.Kustia – Ketum YKIM, “Kalaupun Covid-19, Elektabilitas Presiden Jokowi Masih OKE !”
February 22, 2021
Denny D. Kustia – Ketum YKIM; “70,1% RAKYAT SETUJU PRESIDEN JOKOWI 3 PERIODE !?”
February 27, 2021

Denny D.Kustia, Ketum YKIM.

KAMI SELALU BERSAMA JENDERAL MOELDOKO !”

Ditengah gonjang-ganjing ujian yang mendera Jend.TNI. Purn.Moeldoko yang saat ini menjabat selaku Kepala Staf Presiden (KSP) RI, tidak membuat goyah para simpatisannya, demikian halnya dengan Denny D. Kustia – Ketua Umum YKIM – Yayasan Kerja Indonesia Maju.

Ada dua hal menarik, menurut Denny,  dibandingkan membahas PT.Jiwasraya, yang terlihat kental politisnya daripada hal lainnya.

“Kami lebih menyoroti 2 hal yang menjadi prioritas diskusi di YKIM, Pertama adalah masih kosongnya posisi Wakil Kepala KSP-RI , Dan, kedua, adalah bagaimana tindak-lanjut pertemuan beliau dengan Wali Nangroe Aceh lalu”,kata Denny

Untuk hal pertama, kata Denny,  seperti kita tahu, Presiden Jokowi waktu lalu telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor. 83 Tahun 2019 tentang KSP – Kantor Staf Presiden RI. Dimana diantaranya terbuka posisi Wakil Kepala Staf Presiden (KSP) RI.

Maka kedepan Moeldoko harus dibantu Waka (Wakil Kepala) yang punya ‘chemistry, mempunyai pemahaman luas tentang masalah nasional, punya rekam jejak yang baik dalam segala hal dan Eksekutor Handal atas segala ‘policy Jend.TNI.Purn. Moeldoko selaku Kepala KSP-RI.

“Kinerja beliau sebagai Kepala KSP-RI cukup teruji baik selama ini, totalitas dan loyalitasnya kepada Presiden Jokowi Dan bangsa ini jangan diragukan. Maka kedepan, diperlukan Waka yang memahami ‘style-kerja Dan mampu menjadi Eksekutor atas segala ‘policy-nya”, kata Denny lagi

“Waka beliau harus berasal dari TNI-Polri atau Sipil, bang?”, Tanya Saya.

“Kalau boleh saya usul, mungkin idealnya dari sipil ya. Sehingga ‘balance, Chemistry-nya pun dapat. Tentunya Sipil yang dengan beberapa syarat telah dilalui. KSP-RI pasti punya komponen seleksi jitu, SOP (Standart Operational Procedure)  dan Rekam-jejak calon Waka Itu dari berbagai  sumber. Jadi bukan ‘ujug-ujug pengakuan semata atau ‘gorengan kelompok tertentu, bukan begitu.  KSP-RI Itu lembaga tinggi Negara, harus punya marwah, baik institusi maupun SDM. Beliau (Moeldoko) paham soal Itu, tidak perlu didikte!”, kemudian Denny pamit menerima seluler dari jaringannya di Aceh.

Dalam periode ke-2 presiden Jokowi tahun 2020-2024 mendatang, dilanjutkan Denny kembali, “Pastinya beban kerja KSP-RI akan semakin ‘high, maka Wakil KaStaf harus mampu mengimbanginya. Dan tidak menciptakan ‘Matahari Kembar’ tentunya, karena Jenderal Moeldoko sangat ‘njawani. Diam kalau pun tersakiti.

“Beliau (Moeldoko) akan lebih fokus kepada ‘policy atau Kebijakan-kebijakan strategis, adapun wakilnya harus mampu  men-delivery, meng-eksekusi dan  bersinerji dengan kementerian dan instansi terkait lainnya, dsb”, kata Denny

Kedua,masih kata Denny,  Presiden Jokowi telah menunjuk Kepala Staf Presiden (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, agar segera  menindak-lanjuti hasil pertemuan presiden dengan tim dari Aceh, Kamis  (13/2/2020), di Istana Negara Jakarta lalu

Tim dari Aceh yang dipimpin oleh Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar telah bertemu Presiden Jokowi, bersama sejumlah petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA), yaitu H.Muzakir Manaf atau Mualem, Darwis Jeunieb, dan Aiyub Abbas yang juga Bupati Pidie Jaya. Hadir juga Ketua DPRA Aceh H. Dahlan Jamaluddin dan Staf Khusus Wali Nanggroe, Rafiq.

Pembicaraan terhenti kembali karena Sekjend YKIM, Tgk.Raju mengingatkan jika Denny ada janji bertemu dengan relasinya dari Aceh. Beliau mengangguk dan meneruskan bicaranya.

“Presiden Jokowi, saat itu hadir di-apit  Jend.TNI. Purn. Moeldoko dan Ketua Wantimpres, Jend.Tni.Purn.Wiranto. Saat  pertemuan tersebut Wali Nanggroe menyampaikan sejumlah persoalan terkait belum ter-implementasinya beberapa butir MoU Helsinki.

Termasuk mengenai  soal bendera dan lambang, persoalan tapal batas Aceh, pertanahan dan beberapa poin lain sesuai yang tertera dalam perjanjian MoU Helsinki. Maka hanya orang-orang yang memahami Aceh Itu sendiri yang mampu ‘menjembatani akan tugas mulia menindak-lanjuti pasca pertemuan Itu.

Bukan ‘ujug-ujug sembarang orang, jangan malah membuat jadi ‘kisruh, ini bukan ‘panggung-politik tetapi ladang amal. Itu barusan teman-teman telepon yang intinya mendukung silaturahmi presiden dan Wali Nangroe. Sekaligus memohon agar Jendral Moeldoko dalam menyusun tim-kerja Dan tim-diskusinya nanti adalah memang orang-orang yang punya rekam-jejak yang baik”, pungkas Denny

Deadline agar Moeldoko menyusun Tim  dalam tiga bulan ke depan sehingga menghasilkan formula  tepat dan solutif, bukan pekerjaan semudah ‘membalikan telapak-tangan, semua anak bangsa pro-NKRI wajib membantunya”, pungkas Denny, diamini Sekjend YKIM, Tgk.Raju

“Apakah YKIM siap membantu?”, tanya saya sambil mengantar beliau Dan Sekjend YKIM menuju halaman parkir kantornya di jalan Timo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Beliau mengacungkan dua jempolnya, “Selalu Siap !”, jawabnya diamini Sekjend. ‘Mantap!

#I’llStandByYou,Moeldoko#

 

Sumber: Kompasiana